• Senin, 5 Desember 2022

TGIPF Ditarget Ungkap Tragedi Kanjuruhan Kurang Sebulan

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:33 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers (Foto: BPMI Setpres)
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers (Foto: BPMI Setpres)

KABAR PRIORITAS - Presiden Joko Widodo meminta agar tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan bisa mengungkapkan secara tuntas tragedi tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md, selepas melapor kepada Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 4 Oktober 2022.

“Saya baru saja melapor kepada Presiden terkait kerusuhan di Kanjuruhan itu. Pertama, tim pencari fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui, tinggal masalah-masalah detailnya itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai satu bulan,” ungkap Mahfud yang juga Ketua TGIPF dikutip Kabar Prioritas dari laman resmi Presiden RI.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Berikut Hukuman Untuk Arema FC

Sebagai dasar TGIPF bekerja, Mahfud melanjutkan, Presiden Jokowi akan mengeluarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) pada hari ini. Keppres tersebut akan menjadi naungan bagi tim dari berbagai institusi yang bekerja menginvestigasi kejadian di Stadion Kanjuruhan.

“Misalnya Menpora punya tim, PSSI punya tim, Irwasum punya tim, itu bagus untuk menyelidiki itu agar terang lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini, di Kemenko Polhukam. Jadi ini yang dibentuk oleh Presiden,” imbuhnya.

Menurut Mahfud, tim yang dipimpinnya akan berupaya memenuhi target yang diberikan Presiden. Untuk itu, tim akan segera terjun ke lapangan untuk menginvestigasi dan mengungkapkan berbagai hal, mulai dari siapa yang memberi komando, hingga pertanyaan mengenai jadwal pertandingan yang tetap dilakukan di malam hari.

Baca Juga: Menpan Anas Tulis Surat tentang Pendataan Non-ASN, Berikut Isinya

“Presiden minta jangan sampai sebulan, ya nanti kita olah. Kan kita harus menemui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang memberi komando, jaringannya dengan siapa kok bisa jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap berubah malam. Itu kan ada jaringan-jaringan, jaringan bisnis, periklanan, dan sebagainya. Nanti kita lihat,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ali Ibrohim

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korban Jiwa Gempa Bumi Cianjur Tembus 268 Orang

Selasa, 22 November 2022 | 21:22 WIB

Kemensos Siapkan Tenda untuk Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 16:21 WIB

Pemerintah Terus Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

Senin, 21 November 2022 | 14:46 WIB
X