• Sabtu, 25 Juni 2022

Presiden Jokowi: Butuh Kolaborasi dalam Pembangunan Bangsa

- Rabu, 22 Juni 2022 | 04:55 WIB
Presiden Jokowi dan Megawati Soekarno Putri dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (Foto: BPMI Setpres/Kris)
Presiden Jokowi dan Megawati Soekarno Putri dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (Foto: BPMI Setpres/Kris)

KABAR PRIORITAS - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari setiap orang sesuai dengan peran dan keahliannya masing-masing dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik. Menurutnya, kolaborasi tersebut nantinya akan menghasilkan sebuah karya besar.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, pada Selasa, 21 Juni 2022.

“Masing-masing harus berperan sesuai keahliannya, masing-masing harus berperan sesuai dengan keunggulannya, dan kemudian saling bekerja sama, saling berkolaborasi, saling bersinergi untuk sekali lagi menghasilkan sebuah karya besar,” ucap Presiden Jokowi dikutip Kabar Prioritas dari laman resmi presidenri.go.id

Baca Juga: Indonesia dan Korea Selatan Pererat Kerja Sama Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Seperti halnya dalam sebuah organisasi, Presiden menyebut setiap unit kerja memiliki fungsi dan kompetensi masing-masing, tetapi tetap bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap orang, tambah Presiden, bertugas sesuai dengan keunggulan masing-masing dan saling bersinergi untuk satu target yang sama.

“Inilah nanti golnya yaitu kesuksesan besar, kemenangan besar. Itulah saya kira strategi Indonesia ke depan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menjelaskan bahwa saat ini dunia masih menghadapi krisis yang sulit dan bertubi-tubi, mulai dari krisis pangan hingga keuangan. Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi 60 negara di dunia akan mengalami kesulitan dalam perekonomiannya.

Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Operasi Katarak Gratis di Pangkalpinang

“Terakhir baru kemarin saya mendapatkan informasi 60 negara akan ambruk ekonominya, 42 dipastikan sudah menuju ke sana. Siapa yang mau membantu mereka kalau sudah 42?” kata Presiden Jokowi

Halaman:

Editor: Ali Ibrohim

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Reshuffle Kabinet Melalui Pertimbangan Matang

Kamis, 16 Juni 2022 | 17:11 WIB
X