• Selasa, 16 Agustus 2022

Menkeu: Konsumsi, Investasi, dan Ekspor Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

- Jumat, 24 Juni 2022 | 10:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Humas Kementerian Keuangan)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Humas Kementerian Keuangan)

KABAR PRIORITAS - Gerak pemulihan ekonomi masih dibayangi risiko geopolitik, inflasi, gejolak pasar keuangan, dan pelemahan ekonomi negara maju. Namun, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, pemulihan ekonomi optimis berjalan menguat.

Kinerja APBN secara umum menunjukkan pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian situasi global, didukung oleh Purchasing Managers Index (PMI) yang ekspansif, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menguat, serta tumbuhnya sektor konsumsi, khususnya terkait konsumsi listrik industri dan bisnis.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa Juni 2022, mengatakan, neraca perdagangan bulan Mei 2022 masih mencatatkan surplus USD2,90 miliar dengan akumulasi hingga Mei 2022 mencapai USD19,79 miliar. Ekspor bulan Mei mengalami surplus USD21,5 miliar, relatif melemah dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Kapasitas Indonesia Hadapi Pandemi Meningkat 3 Kali Lebih Tinggi

“Kalau kita lihat dibandingkan dengan impor kita yang mencapai USD18,6 miliar dengan pertumbuhan 30,7 persen, ini perlu untuk kita juga waspadai. Karena impor pertumbuhannya lebih tinggi dari ekspor, meskipun levelnya masih lebih rendah. Ini artinya trade balance kita, kalau kita tidak terus menjaga kinerja ekspor, suatu saat juga bisa makin mengecil surplusnya,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan berbagai indikator perekonomian juga masih melanjutkan tren pemulihan secara merata. Tren positif ini ditunjukkan baik dari sisi produksi maupun konsumsi.

Mobility Index Indonesia bulan Mei menunjukkan mobilitas yang meningkat sangat tajam di angka 18,6. Mobilitas masyarakat meningkat seiring dengan kondisi pandemi yang terkendali dan momen mudik pada Hari Raya Idulfitri. Retail sales index tercatat 5,4 persen, terus meningkat sejalan dengan optimisme dan mobilitas masyarakat.

Sementara, pertumbuhan impor bahan baku 33,9 persen dan barang modal sebesar 29,2 persen terlihat juga masih tinggi yang menunjukkan adanya penguatan produksi dalam negeri.

Baca Juga: Dengan NasDem, AHY Sebut Demokrat Enjoy The Process

Halaman:

Editor: Ali Ibrohim

Sumber: kemenkeu.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X