• Sabtu, 25 Juni 2022

Ismail Cawidu: Budaya Gotong Royong Menguatkan Persatuan Bangsa

- Senin, 21 Oktober 2019 | 23:02 WIB
IMG-20191021-WA0055
IMG-20191021-WA0055

  Yogyakarta,- "Budaya tolong menolong dan gotong royong dapat menguatkan persatuan kita, anak bangsa Indonesia. Oleh karena itu marilah kita anak-anak bangsa harus selalu mampu menjaga budaya tolong menolong dan budaya gotong royong ini." Hal tersebut dikatakan Tenaga Ahli Dirjen IKP Kominfo RI, DR. Ismail Cawidu.,M.Si saat menjadi pembicara dalam piskusi publik yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bekerjasama dengan Komisi I DPR RI, di Ballroom Hotel Colombo Yogyakarta, Sabtu (19/10/2019). Diskusi bertajuk "Menjaga Pancasila, Mengawal NKRI, Merawat Kebhinekaan" ini juga menghadirkan Pengamat Ahli Mitra Sawi Peduli, Nursailan, S.I.P, dan juga yang mewakili Pandu Puragabaya Anggota Komisi I DPR RI yakni Hartoto Wahyudi, S.Si. Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban ini diikuti oleh sekitar 200 peserta. Terdiri dari pemuda, pelajar dan masyarakat umum. Ismail Cawidu menjelaskan bahwa pada dasarnya budaya tolong menolong serta gotong royong itu dapat menguatkan persatuan bangsa Indonesia, yang pada akhirnya dapat membuat kita selalu bersatu untuk "Menjaga Pancasila, Mengawal NKRI, Merawat Kebhinekaan," sesuai tema besar yang diangkat dalam diskusi ini. "Selain itu masyarakat Indonesia diharapkan pula untuk dapat selalu bijak menggunakan media sosial dan dapat terhindar dari hoax atau berita bohong, karena di dunia digital juga memiliki konsekuensi hukumnya yang telah diatur sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu marilah kita selalu bijak menggunakan media sosial," ujarnya Ismail Cawidu juga mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat selalu bijak menggunakan media sosial dan dapat menghindari hoax atau berita-berita bohong. Sementara itu, Pengamat Ahli Mitra Sawi Peduli, Nursailan, mengatakan, dalam menjaga kebhinnekaan memerlukan proses yang didasari sikap saling menghargai dan toleransi dalam menyikapi keberagaman. "Sinergi antara kelompok mayoritas dan minoritas menjadi langkah utama menjamin pelaksanaan kehidupan yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya. Nursailan mengharapkan lewat kegiatan Diskusi Publik ini masyarakat Indonesia terlebih khusus kaum muda dapat selalu menjaga Pancasila dan juga menjaga semangat kebhinekaan yang sudah bertahun-tahun tertanam dalam kepribadian dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Di tempat yang sama, Hartoto Wahyudi, mengharapkan agar Pancasila dapat selalu dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hartoto mengharapkan, diskusi publik yang mengusung tema "Menjaga Pancasila, Mengawal NKRI, Merawat Kebhinekaan" ini dapat lebih meguatkan rasa kecintaan masyarakat kepada Pancasila, Kebhinekaan dan juga NKRI itu sendiri. Untuk diketahui, setelah kegiatan diskusi ini, malam harinya di tempat terpisah, Kemkominfo RI bekerjasama dengan Komisi I DPR RI juga menyelenggarakan acara malam pertunjukan rakyat. Yakni lewat acara kesenian tradisional serta pertunjukan wayang kulit yang berlangsung di lapangan bola Dusun Kembang Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. (KP02).

Editor: Redaksi Kabar Prioritas

Tags

Terkini

Lanal Morotai Panen Raya Semangka Bareng Anggota

Minggu, 12 Juni 2022 | 14:28 WIB
X